Surat Buat Teroris yang Top
Assalamualaikum,
Senang seandainya saya sebagai salah satu rakyat bangsa ini, bisa langsung bertemu anda. Anda pastilah akan mencuci otak saya, dan menanamkan keyakinan pada saya, bahwa cara anda meraih tujuan untuk kemuliaan Tuhan itu sudah sangat tepat.
Lalu anda dengan ramahnya menarik diri saya, dengan janji-janji kenikmatan surga, dan panasnya api neraka. Belum lagi upaya pencucian itu, akan dipenuhi pengaruh-pengaruh batiniyah, agar saya kemudian membenarkan amaliyah tersebut.
Namun sebelum anda berbicara pada saya panjang lebar untuk mencuci otak saya, seandainya tujuan anda untuk menyenangkan Alloh, saya ingin anda menjelaskan beberapa hal yang saya ingin tahu :
1. Seperti apakah dzat Alloh ?
2. Seperti apakah rupa bidadari Alloh itu ?
3. Seperti apakah surga itu ?
Saya tidak sedang mengetest anda untuk beradu argumentasi, namun saya hanya ingin mendengar jawaban, dari orang-orang yang kaumnya merasa paling benar, dan paling dalam atau tinggi pemahaman agamanya. Namun jika jawaban anda hanya mengutip kitab suci, saya lebih baik tidak meneruskan perbincangan dengan anda.
Saya juga tidak akan mendebat. Karena saya sendiri tidak suka di debat.
Saya juga tidak berniat menjadi "peliharaan" anda. Saya tidak seberani orang-orang itu membunuh dirinya sendiri untuk sesuatu yg mereka tak paham, karena banyak orang disekitar saya yg saya cinta dan mencintai saya.
Bagi saya, anda adalah cerita kecil dari dunia, dimana anda sangatlah kecil, tak kasat mata, sebagaimana saya dihadapanNya. Jadi saya tak akan pernah menganggap pendapat anda itu bisa merubah langit dan bumi, ataupun menjadikan air putih menjadi anggur, tak akan mungkin.
Pikiran kita adalah pikiranNya, Dia menjadikan anda teroris, dan menjadikan saya pembenci teroris, Dia menjadikan anda penghisap darah manusia, dan menjadikan saya mahkluk lemah tak berdaya.
Tak ada gunanya meminta anda berhenti atau memburu anda, karena setiap kisah ada akhirnya. Setiap yang hidup menemui mati. Hanya orang-orang yang "mendekat" lah yang akan tahu bagaimana akhir cerita ini.
Mungkin begitu saja, selamat bersembunyi di manapun, tapi kami tahu, tak ada tempat yang aman bagi hati yang tak damai.
Wassalamualaikum
