Agama dan Tuhan
Bagiku itu satu yang utuh. Agama adalah ucapanNya yang dirangkai membentuk cara-cara mewujudkan keimanan padaNya.
Namun diriku tersentak ketika ditanyakan, "Mana yang lebih kau cintai, agamaKu atau diriKu ?"
Kumenjawab, "Bukankah Kau dan Agamamu adalah sama-sama patut dicintai ?"
Dia menjawab, "Bagaimana kau mencintai dua hal yang berbeda derajatnya ?"
Lalu aku merenung dan menemukan jawaban dariNya, "Mencintai agamaKu kau berarti mencintai perintahKu dan membenci laranganKu. Sedangkan mencintaiKu, kau tak kan pernah punya rasa benci pada selain Aku, sebagaimana kau tak akan punya rasa cinta pada selain Aku, tak ada lagi dualisme di dalammu"
Aku terdiam
