Tuesday, March 31, 2009

Agama dan Tuhan

Bagiku itu satu yang utuh. Agama adalah ucapanNya yang dirangkai membentuk cara-cara mewujudkan keimanan padaNya.

Namun diriku tersentak ketika ditanyakan, "Mana yang lebih kau cintai, agamaKu atau diriKu ?"

Kumenjawab, "Bukankah Kau dan Agamamu adalah sama-sama patut dicintai ?"

Dia menjawab, "Bagaimana kau mencintai dua hal yang berbeda derajatnya ?"

Lalu aku merenung dan menemukan jawaban dariNya, "Mencintai agamaKu kau berarti mencintai perintahKu dan membenci laranganKu. Sedangkan mencintaiKu, kau tak kan pernah punya rasa benci pada selain Aku, sebagaimana kau tak akan punya rasa cinta pada selain Aku, tak ada lagi dualisme di dalammu"

Aku terdiam

Wednesday, March 04, 2009

Islam

Islam itu bertauhid seperti Btara Khrisna, bermusyahadah seperi Ibrahim, berzuhud seperti Sidatta, berteguh diri seperti Musa, berkorban seperti Isa, dan bersabar seperti Muhammad.
Jika Al-quran dan Hadist adalah kesempurnaan Islam, maka sempit sekali Islam dan masih berhingga batasnya.
Al-quran hanya pelengkap, melengkapi agama ISLA dengan M agar lengkap menjadi ISLAM.
Tanpa ISLA tak ada ISLAM, sebagaimana tak ada ISLAM jika hanya ISLA.
Apakah kemudian mengajarkan untuk menjalani semua agama ? Tidak lah demikian, Agama hanya baju yang menggambarkan kepantasan, Ibadah hanya gerakan sebagaimana cara berjalan.
Yang utama adalah yang tak nampak dalam keduanya. Tak nampak pada Agama dan Ibadah, yang membuat Khrisna mengakui hanya ada satu Tuhan, yang menjadikan Ibrahim takluk menyaksikanNya, yang memudahkan Sidatta meninggalkan duniawi, yang meyakinkan Musa bertahan di depan Firaun, yang menuntun Isa untuk mengorbankan diri, serta menumbuhkan ikhlas di hati Muhammad.
Bukan yang nampak, seperti rajinnya doa malam, rajin membaca Al-quran, menyumbang/menolong yang membutuhkan. Yang nampak seperti itu suatu saat akan menemui musnah, akan hancur seiring leburnya jasad. Tapi yang tak tampak dan lebih utama dari itu yang akan kekal, menemani ruh menghadap Ilahi.