Sholat ? Sembahyang ?
Sebelum bertanya "mengapa kita wajib sholat ?"....
Bertanyalah aku, "berapa banyak waktuku untuk bertemu diriKu ?"
Sholat, bagi yang sudah menemukan hakikatnya, adalah pertemuan fisik dan non fisik, antara mahkluk dan khalik.
Bagi yang sepanjang waktunya, atau paling tidak sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mempertemukan fisik dan non fisik, mengumpulkan khalik dan mahkluk, maka tak perlu sholat dalam arti gerakan yang diawali takbir dan diakhiri salam dengan rukun dan syarat tertentu.
Gerakan-gerakan itu, hanya malah memungkinkan terjadinya "lost connection", saat berhadapan khalik dan mahkluk, atau juga malah membuat jarak nyata dengan Nya, hanya karena menghapalkan bacaan, rukun dan syarat.
Bagi ku ? tentu saja sangat butuh sholat dalam arti kegiatan lima kali sehari yg telah ditetapkan waktunya, syarat dan rukunnya. Karena sebagian besar waktuku, habis untuk bertemu mahkluk lain, mengkhayalkan mahkluk lain, melayani mahkluk lain...
Lima waktu itu saja sering kemudian, kupercepat, kusengaja "lost connection" demi yang namanya pekerjaan, ngobrol, makan, nonton acara televisi, bahkan yang sering habis untuk menghapal bacaan sholat dan menyampaikan permintaan2...
Hingga sedikit sekali mendengarkanNya, karena hati ini sibuk sendiri dengan semuanya tadi...
