Thursday, October 12, 2006

Hari ini 3 kabar yg cukup membahagiakan, pertama kutemukan jawaban atas pertanyaanku, lalu kedua teman kuliahku sudah mempunyai anak 2 cewek semua, dan ketiga masih teman kuliahku ternyata akan segera menikah 5 November 2006.
Tiga kebahagiaan dirangkai dalam satu ikatan, yang kemudian kunamai sendiri sebagai karunia, untukku, untukmu, dan untuknya.
Kebahagiaan pernikahan, dimanapun dan oleh siapapun melebihi kebahagiaan lain, misal mendapat uang hadiah.
Kemudian kelahiran anak adalah kebahagiaan juga, yang melebihi kebahagiaan lain, semisal lulus kuliah.
Lalu apa hubungan dengan mendapat jawaban bagiku ?
Keduanya menunjukkan hal yang selama ini sulit dimengerti yaitu tentang kebahagiaan. Kemudian ada yang menyimpulkan hal yang paling membahagiakan adalah tergantung dengan waktu dan kondisi, misal saat anak2 adalah ketika dibelikan mainan, saat sekolah adalah ketika kelulusan, setelah bekerja mendapat promosi, dan setelah menikah mendapatkan anak, hingga setelah anak dewasa kembali menyaksikan anak kita menikah, hingga memiliki anak lagi.
Demikian terus hingga aku menyadari bahwa kebahagiaan selalu sirkular, dari titik dan kembali ke titik yang sama. Dan yang lebih penting lagi adalah kebahagiaan ternyata selalu berkaitan dengan pemberian dan penerimaan, "take and give".
Bahagia selalu terpancar ketika kita memberi dan menerima sesuatu. Bagaikan di dalam gua, kabahagiaan bagai gema bagi suara kita, jika kita pancarkan maka akan kita terima...
Demikian hingga akan terjadi hal yang sama pada kesedihan...

Monday, October 02, 2006

Melihat Tuhan

Hanya karena tak pernah mendaki Mount Everest, bukan berarti dia tidak bisa didaki...
Hanya karena tak pernah memakan caviar, bukan berarti itu tidak bisa dimakan...

Hanya karena tak pernah melihat Tuhan, bukan berarti Dia tidak bisa dilihat...

Teruslah mencari, hanya penyembah ego yang berhenti dengan rasa puasnya....

Rombak Keyakinanmu

Rombak posisi absolut Tuhan, karena Tuhan berada di persepsimu, kamulah yg menciptakan Tuhan, bukan Tuhan yg menciptakanmu....
Kalimat bijak untuk berkontemplasi...

Jangan bantah dulu, tunggu sampai tenang pikirmu, sirna nafsumu, maka akan nyata bahwa kitalah yang menciptakan Tuhan selama ini.
Kita bentuk Tuhan seperti yang kita pelajari, pengalaman kita, bacaan kita, ilmu kitalah yang menciptakan Tuhan, agama kita pulalah yang menciptakan Tuhan.
Apakah demikian yang sebenarnya ?
Tanyalah pada ruang kosong diotakmu....
Temukan jawabnya pada dinding kesombonganmu...
Berkacalah pada egomu...