Monday, January 04, 2010

Selamat Jalan

Selamat jalan, guru ruhani yang tak pernah bersua
Sekarang telah nyata, bahwa yg Haq adalah sang Aku, bukanlah raga yang mudah terlebur..
Selamat jalan jasad yg fana..namun diriMu tak kan pernah meninggalkan kami...
Selamat jalan Gus..

Friday, August 14, 2009

Surat Buat Teroris yang Top

Assalamualaikum,
Senang seandainya saya sebagai salah satu rakyat bangsa ini, bisa langsung bertemu anda. Anda pastilah akan mencuci otak saya, dan menanamkan keyakinan pada saya, bahwa cara anda meraih tujuan untuk kemuliaan Tuhan itu sudah sangat tepat.
Lalu anda dengan ramahnya menarik diri saya, dengan janji-janji kenikmatan surga, dan panasnya api neraka. Belum lagi upaya pencucian itu, akan dipenuhi pengaruh-pengaruh batiniyah, agar saya kemudian membenarkan amaliyah tersebut.
Namun sebelum anda berbicara pada saya panjang lebar untuk mencuci otak saya, seandainya tujuan anda untuk menyenangkan Alloh, saya ingin anda menjelaskan beberapa hal yang saya ingin tahu :
1. Seperti apakah dzat Alloh ?
2. Seperti apakah rupa bidadari Alloh itu ?
3. Seperti apakah surga itu ?
Saya tidak sedang mengetest anda untuk beradu argumentasi, namun saya hanya ingin mendengar jawaban, dari orang-orang yang kaumnya merasa paling benar, dan paling dalam atau tinggi pemahaman agamanya. Namun jika jawaban anda hanya mengutip kitab suci, saya lebih baik tidak meneruskan perbincangan dengan anda.
Saya juga tidak akan mendebat. Karena saya sendiri tidak suka di debat.
Saya juga tidak berniat menjadi "peliharaan" anda. Saya tidak seberani orang-orang itu membunuh dirinya sendiri untuk sesuatu yg mereka tak paham, karena banyak orang disekitar saya yg saya cinta dan mencintai saya.
Bagi saya, anda adalah cerita kecil dari dunia, dimana anda sangatlah kecil, tak kasat mata, sebagaimana saya dihadapanNya. Jadi saya tak akan pernah menganggap pendapat anda itu bisa merubah langit dan bumi, ataupun menjadikan air putih menjadi anggur, tak akan mungkin.
Pikiran kita adalah pikiranNya, Dia menjadikan anda teroris, dan menjadikan saya pembenci teroris, Dia menjadikan anda penghisap darah manusia, dan menjadikan saya mahkluk lemah tak berdaya.
Tak ada gunanya meminta anda berhenti atau memburu anda, karena setiap kisah ada akhirnya. Setiap yang hidup menemui mati. Hanya orang-orang yang "mendekat" lah yang akan tahu bagaimana akhir cerita ini.
Mungkin begitu saja, selamat bersembunyi di manapun, tapi kami tahu, tak ada tempat yang aman bagi hati yang tak damai.
Wassalamualaikum

Friday, July 24, 2009

Sufi dan teroris 2

Sang sufi(kaum pecinta Alloh) telah menjadi tamu di perjamuan Alloh, sedangkan di luar pagar istanaNya seorang ustadz(ahli agama dan ibadah) sibuk mendorong-dorong muridnya untuk masuk ke halamanNya.
Sufi bertanya : "apakah yang sedang terjadi di luar sana Baginda ?"
Alloh menjawab : "itulah ulama penebar kebencian, dia terlalu sibuk menebar kebencian kepada mahklukKu yg lain, dia takkan pernah bisa memasuki halaman istanaKu, karena setiap dia menebar kebencian setiap itu pula kuciptakan mahklukKu yang baru untuk dibencinya hingga habis usianya tanpa pernah mengenalKu"

Sufi dan teroris 1

Seorang murid bertanya pada sang mursyid :
"semalam saya bermimpi, di dalam surga, ada anjing yang sedang memakan tengkorak dan tulang-tulang manusia, apakah itu ?"
Sang mursyid menjawab : "anjing itu adalah anjing yg diperkenankan Alloh menikmati surganya "
Murid bertanya lagi : "lalu itu tengkorak dan belulang siapa ?"
Sang mursyid menjawab : "itu adalah tulang belulang pengebom yang mengaku menegakkan agama Alloh, mereka akan masuk surga, namun hanya akan menjadi makanan bagi peliharaanNya"

Tuesday, March 31, 2009

Agama dan Tuhan

Bagiku itu satu yang utuh. Agama adalah ucapanNya yang dirangkai membentuk cara-cara mewujudkan keimanan padaNya.

Namun diriku tersentak ketika ditanyakan, "Mana yang lebih kau cintai, agamaKu atau diriKu ?"

Kumenjawab, "Bukankah Kau dan Agamamu adalah sama-sama patut dicintai ?"

Dia menjawab, "Bagaimana kau mencintai dua hal yang berbeda derajatnya ?"

Lalu aku merenung dan menemukan jawaban dariNya, "Mencintai agamaKu kau berarti mencintai perintahKu dan membenci laranganKu. Sedangkan mencintaiKu, kau tak kan pernah punya rasa benci pada selain Aku, sebagaimana kau tak akan punya rasa cinta pada selain Aku, tak ada lagi dualisme di dalammu"

Aku terdiam

Wednesday, March 04, 2009

Islam

Islam itu bertauhid seperti Btara Khrisna, bermusyahadah seperi Ibrahim, berzuhud seperti Sidatta, berteguh diri seperti Musa, berkorban seperti Isa, dan bersabar seperti Muhammad.
Jika Al-quran dan Hadist adalah kesempurnaan Islam, maka sempit sekali Islam dan masih berhingga batasnya.
Al-quran hanya pelengkap, melengkapi agama ISLA dengan M agar lengkap menjadi ISLAM.
Tanpa ISLA tak ada ISLAM, sebagaimana tak ada ISLAM jika hanya ISLA.
Apakah kemudian mengajarkan untuk menjalani semua agama ? Tidak lah demikian, Agama hanya baju yang menggambarkan kepantasan, Ibadah hanya gerakan sebagaimana cara berjalan.
Yang utama adalah yang tak nampak dalam keduanya. Tak nampak pada Agama dan Ibadah, yang membuat Khrisna mengakui hanya ada satu Tuhan, yang menjadikan Ibrahim takluk menyaksikanNya, yang memudahkan Sidatta meninggalkan duniawi, yang meyakinkan Musa bertahan di depan Firaun, yang menuntun Isa untuk mengorbankan diri, serta menumbuhkan ikhlas di hati Muhammad.
Bukan yang nampak, seperti rajinnya doa malam, rajin membaca Al-quran, menyumbang/menolong yang membutuhkan. Yang nampak seperti itu suatu saat akan menemui musnah, akan hancur seiring leburnya jasad. Tapi yang tak tampak dan lebih utama dari itu yang akan kekal, menemani ruh menghadap Ilahi.

Thursday, November 20, 2008

PENGHINAAN !!!

Ada yang merasa terhina ketika sang junjungan telah terhina. Namun tak terjadi pada diri yang cintanya melebihi marahnya. Karena tak pernah sedikitpun hinaan itu menurunkan kualitas sang junjungan. Tak sedikitpun aroma melati berkurang jika dia dipanggil sebagai bunga bangkai. Karena hinaan hanya exist pada diri yang menghina namun tak pernah melekat walau setitik pada diri yang terhina. Terpujilah wahai Muhammad yang tetap harum, walau ada yang menganggapmu busuk.

Tuesday, June 03, 2008

Ternyata..

Tuhan hanya mengajarkan pada yg mau belajar
Bagi yang tak pernah mau belajar semua berjalan tanpa ada pelajaran...
Sehingga yang mengalami ujian hanya yang belajar...yang tidak pernah mau belajar hanya memperoleh semua hasil tindakannya...